Apa itu kepiting?
Kepiting adalah hewan krustasea dari kelompok dekapoda, artinya "berkaki sepuluh". Kelompok ini juga mencakup udang dan lobster. Bedanya, kepiting sejati memiliki tubuh pendek dan lebar dengan ekor (abdomen) yang terlipat rapat di bawah cangkang. Para ilmuwan mencatat sekitar 7.000 spesies kepiting sejati di seluruh dunia, dan Indonesia dengan garis pantainya yang panjang menjadi rumah bagi banyak di antaranya.
Ciri tubuh kepiting
Tubuh kepiting dilindungi rangka luar (eksoskeleton) yang keras. Sepasang kaki terdepan berkembang menjadi capit, sementara empat pasang lainnya dipakai untuk berjalan. Capit inilah alat serbaguna kepiting: untuk makan, bertahan diri, menggali, hingga berkomunikasi. Kamu bisa membaca lebih lanjut tentang fungsi capit kepiting dan alasan capit kiri dan kanan sering berbeda ukuran.
Mata kepiting terletak di ujung tangkai yang bisa ditegakkan, sehingga pandangannya luas. Kepiting bernapas dengan insang yang tersimpan di rongga cangkang. Selama insangnya tetap lembap, banyak kepiting mampu bertahan di luar air cukup lama.
Di mana kepiting hidup?
Kepiting termasuk hewan yang sangat pandai beradaptasi. Sebagian besar hidup di laut, dari perairan dangkal hingga laut dalam. Yang lain menghuni wilayah pasang surut, pantai berpasir, dan hutan mangrove. Ada pula kepiting air tawar yang hidup di sungai, rawa, dan sawah, bahkan kepiting darat yang hanya kembali ke laut untuk melepaskan telurnya. Ulasan lengkap setiap habitat dapat kamu baca di artikel habitat kepiting dari laut hingga darat.
Jenis-jenis kepiting yang dikenal di Indonesia
- Kepiting bakau (Scylla spp.): hidup di mangrove dan muara, bercapit besar dan kuat, dan populer sebagai hidangan laut.
- Rajungan (Portunus pelagicus): kepiting laut perenang dengan cangkang pipih lebar dan kaki belakang berbentuk dayung.
- Kepiting biola: kepiting kecil penghuni pantai berlumpur. Jantannya memiliki satu capit yang jauh lebih besar dan suka dilambai-lambaikan.
- Kepiting hantu: berwarna pucat seperti pasir, menggali lubang di pantai, dan berlari menyamping dengan sangat cepat.
- Ketam kenari atau kepiting kelapa: sebenarnya kerabat kepiting dari kelompok umang-umang. Hewan darat ini hidup di pulau-pulau Indonesia bagian timur dan terkenal karena capitnya yang sangat kuat.
Gaya jalan menyamping yang khas pada banyak jenis di atas punya penjelasan menarik. Simak di artikel mengapa kepiting berjalan menyamping.
Apa makanan kepiting?
Pola makan kepiting sangat beragam dan bergantung pada jenisnya. Banyak kepiting bersifat omnivor dan oportunis: mereka memakan alga, daun yang gugur, sisa bahan organik, kerang dan siput kecil, cacing, hingga bangkai hewan. Kepiting bakau, misalnya, memakai capitnya yang kuat untuk memecah cangkang kerang. Sementara itu, kepiting biola menyaring butiran lumpur untuk mengambil sisa organik di dalamnya.
Mengapa kepiting penting bagi ekosistem?
Kepiting sering disebut "petugas kebersihan" pesisir. Dengan memakan daun gugur dan sisa organik, kepiting mempercepat proses penguraian dan perputaran nutrisi. Liang-liang yang mereka gali membantu udara dan air masuk ke dalam lumpur mangrove, sehingga akar tanaman tetap sehat. Kepiting juga menjadi makanan bagi burung, ikan, dan hewan lain, sehingga berperan penting dalam rantai makanan.
Karena itu, melindungi hutan mangrove, mengurangi sampah plastik di pantai, dan tidak menangkap kepiting yang sedang bertelur adalah langkah sederhana untuk menjaga keberlangsungan kepiting di Indonesia.
