Logo Kepiting78
Panduan pemula dari Kepiting78

Mengenal kepiting: jenis, habitat, dan cara hidupnya

Kenapa kepiting berganti kulit? Apa bedanya kepiting bakau dan rajungan? Di sini kamu bisa menemukan jawabannya dalam bahasa yang ringan, dari ciri tubuh hingga peran kepiting dalam menjaga pesisir Indonesia.

Mulai membaca ↓
Tentang halaman ini

Satu halaman untuk memahami dasar-dasar kepiting

Halaman ini adalah panduan pengantar dari Kepiting78, ruang konten bertema kepiting untuk para pencinta kepiting di Indonesia. Kami merangkum hal-hal paling dasar yang perlu diketahui tentang kepiting, sekaligus mengajak pembaca ikut menjaga habitatnya.

🌊

Habitat kepiting

Dari laut dan terumbu karang, pantai berpasir, hutan mangrove, hingga sungai dan daratan.

Lihat bagian habitat →
🦀

Ragam jenis

Kepiting bakau, rajungan, kepiting biola, kepiting hantu, dan jenis lain dengan ciri khasnya masing-masing.

Lihat jenis kepiting →
🌿

Peran di alam

Bagaimana kepiting membantu mengurai bahan organik dan menjaga kesehatan hutan mangrove.

Lihat peran kepiting →
Panduan utama

Mengenal Kepiting: Ciri, Jenis, Habitat, dan Makanannya

Bacaan pengantar sekitar 5 menit untuk siapa saja yang penasaran dengan kehidupan kepiting.

Apa itu kepiting?

Kepiting adalah hewan krustasea dari kelompok dekapoda, artinya "berkaki sepuluh". Kelompok ini juga mencakup udang dan lobster. Bedanya, kepiting sejati memiliki tubuh pendek dan lebar dengan ekor (abdomen) yang terlipat rapat di bawah cangkang. Para ilmuwan mencatat sekitar 7.000 spesies kepiting sejati di seluruh dunia, dan Indonesia dengan garis pantainya yang panjang menjadi rumah bagi banyak di antaranya.

Ciri tubuh kepiting

Tubuh kepiting dilindungi rangka luar (eksoskeleton) yang keras. Sepasang kaki terdepan berkembang menjadi capit, sementara empat pasang lainnya dipakai untuk berjalan. Capit inilah alat serbaguna kepiting: untuk makan, bertahan diri, menggali, hingga berkomunikasi. Kamu bisa membaca lebih lanjut tentang fungsi capit kepiting dan alasan capit kiri dan kanan sering berbeda ukuran.

Mata kepiting terletak di ujung tangkai yang bisa ditegakkan, sehingga pandangannya luas. Kepiting bernapas dengan insang yang tersimpan di rongga cangkang. Selama insangnya tetap lembap, banyak kepiting mampu bertahan di luar air cukup lama.

Tahukah kamu? Rangka luar kepiting tidak ikut membesar. Untuk tumbuh, kepiting harus berganti kulit (molting): melepas cangkang lama, lalu menunggu cangkang baru mengeras. Pada fase inilah dikenal "kepiting soka", yaitu kepiting yang cangkangnya masih lunak.

Di mana kepiting hidup?

Kepiting termasuk hewan yang sangat pandai beradaptasi. Sebagian besar hidup di laut, dari perairan dangkal hingga laut dalam. Yang lain menghuni wilayah pasang surut, pantai berpasir, dan hutan mangrove. Ada pula kepiting air tawar yang hidup di sungai, rawa, dan sawah, bahkan kepiting darat yang hanya kembali ke laut untuk melepaskan telurnya. Ulasan lengkap setiap habitat dapat kamu baca di artikel habitat kepiting dari laut hingga darat.

Jenis-jenis kepiting yang dikenal di Indonesia

  • Kepiting bakau (Scylla spp.): hidup di mangrove dan muara, bercapit besar dan kuat, dan populer sebagai hidangan laut.
  • Rajungan (Portunus pelagicus): kepiting laut perenang dengan cangkang pipih lebar dan kaki belakang berbentuk dayung.
  • Kepiting biola: kepiting kecil penghuni pantai berlumpur. Jantannya memiliki satu capit yang jauh lebih besar dan suka dilambai-lambaikan.
  • Kepiting hantu: berwarna pucat seperti pasir, menggali lubang di pantai, dan berlari menyamping dengan sangat cepat.
  • Ketam kenari atau kepiting kelapa: sebenarnya kerabat kepiting dari kelompok umang-umang. Hewan darat ini hidup di pulau-pulau Indonesia bagian timur dan terkenal karena capitnya yang sangat kuat.

Gaya jalan menyamping yang khas pada banyak jenis di atas punya penjelasan menarik. Simak di artikel mengapa kepiting berjalan menyamping.

Apa makanan kepiting?

Pola makan kepiting sangat beragam dan bergantung pada jenisnya. Banyak kepiting bersifat omnivor dan oportunis: mereka memakan alga, daun yang gugur, sisa bahan organik, kerang dan siput kecil, cacing, hingga bangkai hewan. Kepiting bakau, misalnya, memakai capitnya yang kuat untuk memecah cangkang kerang. Sementara itu, kepiting biola menyaring butiran lumpur untuk mengambil sisa organik di dalamnya.

Mengapa kepiting penting bagi ekosistem?

Kepiting sering disebut "petugas kebersihan" pesisir. Dengan memakan daun gugur dan sisa organik, kepiting mempercepat proses penguraian dan perputaran nutrisi. Liang-liang yang mereka gali membantu udara dan air masuk ke dalam lumpur mangrove, sehingga akar tanaman tetap sehat. Kepiting juga menjadi makanan bagi burung, ikan, dan hewan lain, sehingga berperan penting dalam rantai makanan.

Karena itu, melindungi hutan mangrove, mengurangi sampah plastik di pantai, dan tidak menangkap kepiting yang sedang bertelur adalah langkah sederhana untuk menjaga keberlangsungan kepiting di Indonesia.

Pengetahuan singkat

Fakta menarik tentang kepiting

↔️

Sering berjalan menyamping

Sendi kaki yang menekuk ke samping membuat banyak kepiting lebih cepat bergerak ke kiri dan kanan, meski ada juga jenis yang berjalan maju.

🛡️

Capit bisa tumbuh kembali

Kepiting dapat melepas capit atau kaki untuk kabur dari predator. Bagian yang hilang tumbuh lagi secara bertahap setiap kali berganti kulit.

🔥

Berubah merah saat dimasak

Pigmen astaxanthin di cangkang awalnya terikat protein. Panas melepaskan ikatan itu sehingga warna merah-oranye muncul.

Pertanyaan umum

FAQ tentang kepiting

Apakah semua kepiting hidup di laut?

Tidak. Selain di laut, kepiting juga hidup di muara, hutan mangrove, pantai berpasir, sungai dan danau air tawar, bahkan ada yang lebih banyak beraktivitas di darat.

Mengapa kepiting berjalan menyamping?

Pada banyak jenis kepiting, sendi kaki menekuk ke arah samping dan tubuhnya lebar, sehingga gerakan menyamping menjadi cara bergerak yang paling cepat dan efisien.

Apa beda kepiting bakau dan rajungan?

Kepiting bakau hidup di mangrove dan muara, berwarna gelap kehijauan dengan capit besar yang kuat. Rajungan hidup di laut berpasir, cangkangnya lebih pipih dan lebar dengan duri panjang di kedua sisi, dan kaki belakangnya berbentuk dayung untuk berenang.

Apakah semua kepiting memiliki capit besar?

Tidak. Bentuk dan ukuran capit berbeda menurut spesies, jenis kelamin, dan fungsinya. Kepiting biola jantan, misalnya, memiliki satu capit yang jauh lebih besar dari capit lainnya.

Bagaimana cara membantu menjaga habitat kepiting?

Kurangi sampah plastik, jaga kebersihan pantai, dukung penanaman dan pelestarian mangrove, serta hindari menangkap kepiting yang sedang bertelur atau masih kecil.